4 Hal ini Bikin Grup Whatsapp Tidak Menyenangkan

4 Hal ini Bikin Grup Whatsapp Tidak Menyenangkan

pexels-photo-46924.jpeg Bisa dibilang Whatsapp adalah aplikasi wajib yang terpasang di smartphone saya. Peran Whatsapp ini sama halnya dengan Nimbuzz yang wajib ada di ponsel saat saya baru-baru mengenal yang namanya internet via ponsel. Whatsapp dan Nimbuzz memiliki kemiripan fungsi, hanya saja beda zaman kejayaan. Satu hal yang sama adalah keduanya membantu saya dalam berinterksi dan berkomunikasi, pada masanya. Halah. Jaman sekarang ga pake Whatsapp dan masih menggunakan Nimbuzz, itu ibarat terlalu mencintai masa lalu. Janganlah. Padahal masa depan terlihat cerah di sana. Duh ini saya nulis apaan sih?

Menggunakan Whatsapp sejak beberapa tahun silam dan bergabung diberbagai grup membuat saya sudah mengenal manis dan pahitnya dunia per-grup-an Whatsapp. Ada masanya sebuah grup terasa sangat menyenangkan, dan ada masanya grup tersebut menjadi grup yang sangat basi, garing, membosankan, dan membuatmu pengen left saja namun karena gebetan di grup yang sama kamu pun mengurungkan niat tersebut. Susah kan nanti buat mantaunya. Hih

Berikut 4 hal yang sebuah grup Whatsapp jadi tidak menyenangkan

  1. Grup tidak terlalu aktif dan sepi

crossing-crossroad-businessman-fashion.jpg

Ini sepertinya problem hampir semua grup whatsapp yang pernah saya masuki. Misalkan jumlah membernya 70 orang, yang aktif biasanya hanya sekitar 5 orang, maksimal 10 orang deh. Seriusan, saya tidak tahu maksud dan motivasi member lainnya bergabung di grup jika hanya tersebut.

Hal ini akan berimbas dengan sepinya grup tersebut. Kaya hati jomblo yang sudah miliaran tahun galaksi ditinggal mantan terakhir. Sebenarnya hal ini bisa diatasi oleh pengurus grup a.k.a para admin dengan mencoba mengajak member untuk berdiskusi dan berinteraksi mengenai hal-hal menarik dan nyambung untuk semua member grup. Sehingga grup kembali jadi hidup dan ramai. Percayalah, satu grup tapi ramai dan menyenangkan lebih baik daripada sejuta grup tapi sepi obrolan. *mendadak bijak* Hahahaha.

  1. Terlalu banyak rules

rules-1752412_640.jpg

Rules dalam sebuah grup memang diperlukan agar keadaan grup kondusif dan bikin nyaman semua member. Apalagi jika grupnya memiliki member dengan latar belakang yang berbeda-beda. Aturan atau rules tersebut dapat mengontrol semua perilaku membernya. Namun, kadang ada grup yang memiliki rules segambreng dan kadang bikin membernya jadi tidak nyaman dan merasa terbatasi oleh rules yang ada.

Saya pribadi jika bergabung dengan grup yang seperti ini, saya lebih memilih menjadi member pasif. Nongol sekadarnya saja. Karena buat saya rules harusnya tidak baku dan bisa direvisi ketika ada masukan yang sesuai dan bisa membangun grup menjadi lebih baik. Undang-undang aja bisa diamandemen, masa rules grup ga bisa? Ehehehe. Rules yang sebenarnya sih sesama member dapat saling menghargai itu udah cukup.

  1. Membernya suka drama dan riya

masks-807346_640.jpg

Ah ini kisah lalu sih dan kejadian ini bikin saya angkat kaki dari grup tersebut. Ceritanya zaman dahulu kala saya pernah bergabung dengan sebuah grup di mana pada masa itu banyak sekali member yang suka berdrama. Selain itu ada juga member yang suka riya, pamer apa-apa di grup. Heh, Tong! Kalo mau pamer di Path sono sambil ngitungin domba, jangan di grup Whatsapp. Kalo mau drama, sana maen sinetron. Hih

Yah, namanya juga grup, ya. Setiap member beda pola pikir dan sifat. Sehingga dua tipikal manusia ini bisa dipastikan ada di setiap grup. Entah butuh perhatian dan apresiasi. Entah emang bener-beneran pengen drama dan riya. Pokoknya kalo ada manusia beginian di grup, saya jadi pengen nge-mute grupnya saja.

  1. Membahas masalah personal ke dalam grup

myanmar-1822564_640.jpg

Biasanya sih ini masalah hati. Karena memang, masalah hati tidak mengenal ruang dan waktu. Haelah.Β  Ga semua masalah hati, kok. Gak deng. Banyak kok masalah personal selain masalah hati, misalnya dua orang member yang ngobrol di grup A membahas bahasan yang hanya mereka saja yang mengerti. Karena mereka berdua juga bergabung di grup B dan obrolannya dibawa ke grup A. Sehingga hal ini akan membuat member lain tidak akan paham dengan bahasannya. Mending bikin grup sendiri aja kalo kelakuannya begini.

Demikianlah 4 Hal ini Bikin Grup Whatsapp Tidak Menyenangkan versi saya. Sejauh saya bergaul di banyak grup, itu saja menurut saya yang bikin saya tidak nyaman. Mungkin kamu bisa menambahkan beberapa hal lainnya?

Masih banyak hal-hal yang ga disukai dari tiap orang. Contohnya bisa dibaca di sini:

  1. 4 Hal yang ga disukai dari teman traveling
  2. 7 Hal tidak disukai, yang sering dikatakan pada perempuan belum menikah
  3. 5 Hal Yang Ga disukai Ketika Traveling
  4. 6 Hal yang tak disukai yang Β mungkin dijumpai
  5. 4 Hal yang ga disukai dari deadline

Hal-hal yang ga disukai ini merupakan tema untuk project menulis bareng blogger sharing telegram.

Salam

Share this article!

Comments

  1. Udaaaa, kamu ngomongin aku kah? Suka drama dan membahas pribadi πŸ˜…πŸ˜…
    Aku mah suka ge eran ya, berasa diomongin ihh…..
    Di hape aku udah ga ada grup sepi. Kalo rules di grup aku suka, berasa kaya ada tantangan. Drama juga aku suka menyimaknya, lumayan buat bahan cerita.

  2. Wakakakaka yang riya and drama itu di pojok WB yah πŸ˜‚πŸ˜‚

  3. WAKAKAKKKAAKKAKAKAKAA
    CURAHAN HATI BANGET YA PAK IRFAN.
    wkwwkwkwkkwkwkw.

    terus sekarang masih ada di grup itu? apa gimana?

  4. Wahahaha.. ga cuma di grup whatsapp sih kayanya. Telegram, LINE juga masuk hal-hal yang kaya gini.

    Atau kata “whatsapp” ini cuman kamuflase belaka biar pembacanya terdistraksi? Hahahahah

    Tapi beneran, deh. Daku lupa ada aplikasi yang namanya Nimbuzz. Mungkin pas daku belum lahir aplikasi itu masih ada. Setelah daku lahir, nimbuzz bangkrut πŸ™

  5. Wah, nimbuzz :’)

    Agak sedih pas baca poin pertama, ketika yang katanya grup diskusi tetapi sunyi.. sepi.. senyap dan tak ada diskusi 😒
    Lalu untuk rules menurut aku juga perlu selama ngga terlalu banyak memang (^^;)
    dan selebihnya aku merasa lucu baca komentar di atas πŸ˜‚πŸ˜…

  6. Tapi grup WWF kita aman selalu kan, cees?

  7. Nimbuzz? *liatin langit, kolong jembatan,liat langit lagi* ga pernah denger x’D malah saya pikir itu salah sat peralatan sihir Harry Potter xD nimbuzz jaman kapan ya pak .-.

  8. Nimbuzz?? Lu tua banget, Da XD

  9. Nomer 2 , mungkin penyebab yang sering saya sesalkan,, bukan berarti tidak mau di atur yah hihi

  10. buat yang no. 1
    kalo groupnya terlalu aktif juga susah kan?
    ribut banget gituh..

    memang yang namanya group pasti ada plus minus nya

  11. boleh saya tambahin mba..
    group whatsApp tidak menyenangkan kalau ada temen yang resek dan suka curhat di group

    salam kenal mba

  12. waduh salah fokus saya mas.. maafin.
    salam kenal aja

Speak Your Mind

*

%d bloggers like this: