Noah Sings Legends: Menggali Harta Karun Musik Tempo Dulu Indonesia atau Kehabisan Lagu Baru?

Cover1.jpg 19 Mei 2016 kemarin band asal Bandung, Noah merilis album baru yang diberi judul Noah Sings Legends. Album pertama dengan formasi minus Reza yang sekarang lagi asyik bereuni mantan personil perterman lainnya, Indra dan Andika dengan project A.I.R mereka. Oke balik lagi. Album ini diluncurkan pada acara The Biggest Concert Noah yang disiarkan oleh salah satu stasiun TV swasta.  Secara garis besar album Noah Sings Legends ini berisikan lagu-lagu lama yang dinyanyikan kembali oleh Ariel cs dan melakukan aransemen ulang lagu-lagu tersebut sehingga bisa dinikmati dan sesuai dengan telinga generasi saat ini.

Ada 9 tracks pada album Noah Sings Legends ini.  Ada empat lagu lama yang benar-benar baru dibawakan oleh Noah ada Andaikan Kau Datang milik Koes Ploes dan juga pernah dibawakan ulang oleh Ruth Sahanaya. Kemudian Sajadah Panjang yang dipopulerkan oleh grup legendaris dari Bandung, Bimbo. Selanjutnya Noah mengaransemen ulang lagu The Mercys, Biarku Sendiri. Terakhir ada Tinggallah Kusendiri yang pernah dibawakan oleh Nike Ardilla.

Tapi tidak semua lagu yang terdapat di dalam album ini sepenuhnya lagu lama yang baru dibawakan oleh Noah atau peterpan. Ada empat lagu yang telah pernah direkam oleh Noah / peterpan yang dimasukkan ke dalam album ini seperti Kupu – Kupu Malam yang pernah dibawakan oleh peterpan dan dimasukkan dalam album From us To U sebagai Tribute untuk Titiek Puspa. Lagu Cinta Bukan Dusta yang ada di album Kami Mengenang Rinto Harahap. Kemudian ada Kisah Cintaku yang pernah dibawakan oleh Chrisye dan dibawakan oleh peterpan pada album Sebuah Nama Sebuah Cerita. Dan terakhir lagu Sendiri Lagi yang ada pada album Seperti Seharusnya, Album pertama Noah. Dan satu lagu remix featuring DJ No. 1 Asia Angger Dimas yang me-remix Sendiri lagi pada track nomor 9.

Minus album ini adalah album ini tidak sepenuhnya “baru”. Kenapa harus ada empat lagu yang pernah dibawakan oleh Noah / peterpan? Noah seharusnya bisa membawakan lagu-lagu hits tahun 60-an sampai 80-an lainnya. Sangat disayangkan lagu-lagu recycle di recycle lagi. Eh ga semua juga ding, hanya Kupu-kupu malam yang diaransemen ulang. Sedangkan 3 lagu lagi Cinta Bukan Dusta, Kisah Cintaku dan Sendiri sama saja dengan versi sebelumnya. Saya sendiri ngarep Ariel bikin recycle lagu Panbers Terlambat Sudah yang pernah dibawakan saat latihan.

Secara keseluruhan album ini bisa dibilang bagus dan menarik untuk didengarkan. Walaupun kurang puas dengan 9 track yang ada tapi Noah melakukan recycle lagu-lagu lama dengan apik. Di Album ini Noah benar-benar menjadi Noah, mereka bisa menghilangkan bayang-bayang penyanyi asli dari lagu-lagu yang mereka kemas ulang dengan aransemen baru. Buat yang tidak pernah mendengarkan lagu aslinya mungkin akan menganggap lagu yang ada di album ini lagu yang benar-benar baru. Seperti saya yang cukup kaget ketika mendengarkan lagu Biar Ku Sendiri asli yang dibawakan oleh The Mercys. Kesan cengeng yang saya rasa ketika mendengarkan Biar Ku Sendiri versi aslinya seketika hilang saat mendengarkan versi Noah.

Well, akhir dari tulisan panjang yang cenderung ga jelas ini. Saya mikir, ada apa dengan cinta Noah? Terlepas dengan launching album ini, kenapa lagi-lagi Noah mengeluarkan album recycle. Kemana lagu-lagu baru? Dan kalau kita tarik ke belakang sedikit, seharusnya setelah album Second Chance, Noah harusnya mengeluarkan album-album peterpan lama dengan aransemen baru ala Noah. Kenapa Noah jadi doyan nostalgia begini. Susah move on atau kehilangan pemberi inspirasi untuk menulis lagu baru?

Share this article!

Comments

  1. CIEEEE NULIS CIEEEE. KEMANA AJA ATEUH? WKWK

    Noah bukan susah move on. Noah cuma lelah aja. Btw ngebayangin Noah tanpa Ariel jadinya apa hahaha~

  2. nyimak dulu . kurang ngikutin musik tanah air
    Public Speaking Semarang

Speak Your Mind

*

%d bloggers like this: