Noah – Second Chance, Peterpan Rasa Noah

noah_second_chance_cover250x250.jpeg

Sampul Depan album Noah Second Chance

Noah akhirnya merilis album kedua yang bertajuk Second Chance. Awalnya gue gak begitu mengerti dengan makna judul album tersebut. Gue menyangka judul album Noah Second Chance ini buat Ariel, Kesempatan kedua buat Ariel. Tapi ternyata artinya bukan itu.

Noah memilih judul Second Chance karena dalam album ini mereka mendaur ulang lagu-lagu yang pernah mereka bawakan sebagai Peterpan. Seperti kesempatan kedua bagi mereka untuk memainkan lagu-lagu Peterpan namun dengan musikalitas yang lebih baik. Hanya 3 lagu baru yang diselipkan di album ini, selebihnya adalah lagu-lagu lama ketika mereka masih bernama Peterpan.

Tiga lagu baru itu adalah Hero, Seperti Kemarin dan Suara Pikiran. Hero adalah lagu pertama berbahasa Inggris dari Noah. Lirik lagu ini sendiri ditulis oleh Giring Nidji yang telah terbiasa menulis lagu dalam bahasa Inggris.  Hero ini sendiri telah dirilis beberapa bulan sebagai single sebelum album Second Chance dirilis.

Seperti Kemarin, Lagu ini liriknya ditulis oleh Dewi “Dee” Lestari. Pada demo lagu ini Ariel hanya menyanyikan bait seperti kemarin berulang-ulang karena tidak menemukan lirik yang cocok. Lalu demo ini diteruskan ke Dee untuk dituliskan liriknya. Secara garis besar lagu ini bercerita tentang bagaimana seseorang bangkit dari masa lalu dan move on untuk maju.

Lagu baru terakhir adalah Suara Pikiranku. Pertama kali mendengar gue merasa lagu ini kelam sekali. Agak sulit menikmati lagu ini dengan sekali dengar. Setelah gue denger, 3 lagu baru ini beda banget dengan music-musik Noah maupun Peterpan. Mungkin karena lagu-lagu ini diproduseri oleh Steve Lilywhite yang biasa memproduseri U2 ataupun The Rolling Stone.

Dan ada satu lagu lagi yang tidak pernah dimainkan oleh Peterpan maupun Noah. Sebuah single yang ditulis Ariel ketika mendekam di balik jeruji, Dara. Lagu yang katanya buat Luna Maya ini dimainkan secara akustik.

Lagu lainnya adalah Langit Tak Mendengar, Membebaniku, Dilema Besar, Walau Habis Terang, Tak Bisakah, Menunggu Pagi, Tak ada Yang Abadi dan Menunggumu.

Ada rasa yang berbeda ketika mendengarkan Menunggumu. Lagu yang dulunya dibawakan secara duet dengan Chrisye, sekarang dibawakan sendiri dengan vokal Ariel. Dulu gue paling gak suka lagu ini, tapi sekarang gue menikmati lagunya. Tapi favorit gue sih Langit Tak Mendengar sama Tak Ada Yang Abadi. Lagu ini terasa beda dan lebih fresh apalagi Langit Tak Mendengar.

Kabarnya nanti Noah secara bertahap akan mendaur ulang lagu-lagu Peterpan. Jadi album ini seperti album pembuka. Jadi buat para sahabat, bersiaplah menikmati lagu-lagu Peterpan rasa Noah.

Share this article!

Comments

  1. Ajen yang cantik banget says:

    Gue penasaran sama lagu seperti kemarin, Daaa :v

  2. asiiik.. lebih suka lagu peterpan drpd lagu noah 😀

  3. ariel noah memang mempesona 😀

Speak Your Mind

*

%d bloggers like this: