Ingin Membeli Air Cooler? Baca Terlebih Dahulu Plus Minusnya Berikut Ini!

Iklim tropis seperti di Indonesia memang identik dengan hawa udara yang panas dan menyengat, apalagi saat di musim kemarau. Belum lagi isu pemanasan global yang semakin memanas dari hari ke hari membuat makin banyak orang mengeluh mengapa udara terasa semakin kering dan panas bahkan di dalam rumah sekalipun. Salah satu penolong untuk kondisi ini adalah keberadaan penyejuk atau pendingin udara, mulai dari kipas angin, AC maupun air cooler atau penyejuk udara. Untuk jenis yang terakhir, mungkin kita sendiri masih cukup asing.

pexels-photo-762041.jpeg

Penyejuk udara merupakan sebuah unit perangkat elektronik yang berbentuk kotak yang berisi kipas (fan), wadah penampung es atau air, serta pompa. Cara kerjanya cukup sederhana, hanya menuangkan air es ke dalam wadah penampung lalu udara dalam ruangan akan disedot lalu disalurkan menuju tempat penampungan air atau es batu kemudian hembusan kipasnya memberikan kesejukan yang berasal dari air es tersebut. Namun bagi Anda yang berencana untuk membeli penyejuk udara, sebaiknya baca terlebih dahulu plus minusnya berikut ini:

  • Rendah watt.

Penyejuk udara air-cooler lebih rendah watt dibandingkan dengan Air Conditioner (AC). Namun ini pun tergantung tipenya. Ada penyejuk udara yang hanya menggunakan konsumsi daya listrik sebesar 80-110 watt saja. Sedangkan pada AC, wattage-nya paling rendah sekitar 300 watt. Jadi apabila Anda masih indekost, menggunakan AC bisa mengakibatkan pemborosan karena daya listrik akan naik secara drastis.

  • Menyejukkan, bukan mendinginkan.

Bisa dibilang penyejuk udara ini seperti kipas angin yang terasa sejuk, bukan sekedar angin sepoi-sepoi saja. Hal ini dikarenakan adanya hawa dari air atau es batu yang diserap oleh air cooler kemudian dihembuskan melalui kipas. Namun, perlu diingat, unit ini hanya menyejukkan saja, bukan mendinginkan. Artinya, penyejuk udara hanya dapat menurunkan suhu ruangan sampai 5-10 derajat Celcius saja atau lebih untuk meningkatkan kelembaban ruangan.

  • Harus diisi ulang tetapi portable.

Penyejuk udara menggunakan bahan pendingin berupa air, es batu maupun ice jell sedangkan AC menggunakan freon. Bisa dibilang memang lebih terjangkau dari segi ekonomis, akan tetapi Anda harus mengisi tangki penampungan karena biasanya hanya akan bertahan kurang lebih 3-4 jam saja. Namun keuntungannya adalah, penyejuk udara ini portable alias dapat dibawa kemana-mana, tidak seperti AC yang hanya bisa digunakan pada ruangan tempat AC dipasang saja.

  • Efek samping.

Tidak seperti AC yang dapat mendinginkan udara tanpa membuat ruangan jadi lembab, maka berbeda dengan penyejuk udara yang cenderung membuat ruangan jadi lembab karena menyebarkan uap dari air atau es. Sehingga penggunaannya tidak dianjurkan untuk wilayah yang beriklim subtropis karena dapat meningkatkan kelembaban ruangan. Ruangan pun harus memiliki sirkulasi udara yang lancar agar kelembaban tidak mengendap dalam ruangan dan menjadi sarang bagi jamur, bakteri dan virus.

  • Harga murah.

Ini merupakan kelebihan lain dari air cooler alias penyejuk udara, bagi Anda yang kurang puas dengan penggunaan kipas angin namun dari segi finansial belum mampu membeli dan menggunakan AC, maka penyejuk udara inilah pilihan yang tepat. Di toko elektronik maupun situs belanja online, harga penyejuk udara ini cukup bervariasi namun rata-rata hanya berkisar antara 500 ribu hingga 1 juta rupiah saja, bandingkan dengan AC yang harganya bisa mencapai 2-4 juta rupiah.

Share this article!

Speak Your Mind

*

%d bloggers like this: