Festival Prestasi Indonesia

Sebagai ideologi dasar negara, Pancasila seharusnya bisa menjadi acuan masyarat dalam berkehidupan di Indonesia. Sejak dini, kita sudah diberi asupan nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila melalui mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan. Seharusnya dengan bekal yang didapat dari kecil, kita bisa menjadi warga negara yang sesuai dengan nilai tersebut. Namun pertanyaannya adalah, apakah kita sudah benar-benar mengaplikasikan Pancasila di kehidupan sehari-hari?

Pertanyaan sederhana namun jawabannya cukup susah dijelaskan. Menurut saya, kebanyakan dari kita hanya tau saja dengan yang namanya Pancasila. Tapi untuk pengaplikasiannya masih belum dilaksanakan secara menyeluruh dalam kehidupan sehari-hari.

Pun begitu di dunia maya. Dalam berinteraksi di dunia maya seolah kita melupakan nilai-nilai yang ada di Pancasila ketika berinteraksi. Salah satu contohnya adalah maraknya berita tentang SARA yang menjurus ke perdebatan yang tidak henti-hentinya. Masing – masing kubu merasa pihak merekalah yang paling benar. Ya, bicara soal agama memang sensitif, tapi jika kita berpedoman kepada Pancasila, harusnya kejadian-kejadian SARA ini tidak perlu terjadi. Karena sila pertama adalah Ketuhanan yang Maha Esa.

Untuk itu, sebagai generasi muda bangsa, hendaknya kita lebih memahami dan mengamalkan apa yang ada di Pancasila itu sendiri. Selain untuk memaknai secara pribadi, dengan memahami dan mengamalkan Pancasila, kita juga bisa menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat umum.

iklan-sinarmas_20170819_151532.jpg

Nah, dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Indonesia yang ke 72, Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila atau UKP Pancasila, menyelenggarakan sebuah acara yang bertajuk Festival Prestasi Indonesia. Acara ini diadakan di Jakarta Convention Center pada tanggal 21 dan 22 Agustus 2017.
Menurut Bapak Yudi Latif sebagai ketua UKP-Pancasila, Festival Prestasi Indonesia ini diadakan untuk mencoba mengarusutamakan visi sejarah yang lebih optimis dengan ikut membangun tradisi mengapresiasi kinerja positif dan prestasi 72 putra-putri bangsa.

Ada beberapa kategori penghargaan yang pada Festival Prestasi Indonesia ini yaitu saintis dan innovator, olahraga dan seni.

Untuk kategori Seni misalnya, ada nama Nano Riantiarno, Seorang dramawan yang masih aktif melakukan mementaskan pertunjukkan di panggung – panggung Eropa. Atau ada Eko Supriyanto. Maestro Seni Tari Indonesia. Beliau meraih gelar doktor di University of California, AS (2008). Dan telah memperkenalkan Seni Tari Indonesia ke berbagai penjuru dunia lewat karya-karyanya. Beliau juga penari Indonesia yang terlibat dalam tur keliling penyanyi Madonna, Drowned WorldTour (2001).

Pada kategori Saintis ada nama Michael Gilbert, telah mengoleksi delapan medali emas di berbagai olimpiade sains (matematika, fisika, kimia), di Swiss, Argentina, Bulgaria, dan Hongkong. Atau ada Prof. Dr. Taruna Ikrar, M. Pharm., MD, Ph.D, seorang dokter jenius yang pernah menjadi kandidat Nobel Kedokteran dan saat ini menjabat Dekan School of Biomedical Sciences, National Health, University of California di AS.

Sedangkan untuk kategori olahraga ada nama yang sudah tidak asing lagi seperti Alan Budikusuma, peraih medali emas olimpiade Barcelona. Juga ada nama Lilyana Natsir pemenang All England dan beberapa medali emas di berbagai kejuaraan.

Menurut salah satu tim seleksi Nia Sjarifuddin, salah satu kriteria untuk menjadi ikon prestasi adalah pernah memperoleh penghargaan atau juara tingkat nasional dan internasional. “Bagi yang belum pernah mendapatkan penghargaan, kami melihat apakah karya dan tindakan ikon tersebut memiliki dampak nyata dan pengaruh yang besar bagi lingkungan maupun profesinya. Kriteria lain adalah sang ikon affirmatif dan representatif,” ujar Nia.

Penasaran seperti apa Festival Prestasi Indonesia? Kamu bisa mendatangi JCC sampai tanggal 22 besok ya. Acaranya sendiri telah dibuka oleh Presidon Jokowi tanggal 21 Agustus alias hari ini. Nah buat yang ingin tau lebih jelas mengenai apa itu UKP- Pancasila bisa melihat-lihat Facebook page nya di sini, akun Twittenya di sini atau Instagramnya di sini.

Share this article!

Speak Your Mind

*

%d bloggers like this: