Budaya Membaca Generasi Muda di Era Digital

Budaya Membaca Generasi Muda di Era Digital

pexels-photo(2).jpg

Perkembangan teknologi yang pesat saat ini sangat membantu memudahkan urusan manusia di segala aspek bidang kehidupan. Manusia modern saat ini sangat terbantu dengan teknologi yang ada. Dengan adanya teknologi, jarak dan ruang bukanlah hambatan saat ini untuk saling berkomunikasi. Teknologi juga mempermudah setiap orang untuk melakukan transaksi melalui gadget mereka tanpa harus bertatap muka.  Bisa disimpulkan bahwa saat ini kehidupan kita tak bisa dipisahkan dengan teknologi yang ada saat ini. Teknologi telah menjadi kebutuhan primer manusia modern.

Namun teknologi yang ada bukan tanpa cela. Selain memiliki sisi positif seperti hal di atas, teknologi juga menyimpan pengaruh negatif. Salah satu dampak buruk teknologi yang jelas terlihat adalah menurunnya minat baca di kalangan generasi muda. Teknologi yang ada sangat memanjakan mereka. Mulai dari teknologi sederhana seperti televisi hingga internet, semuanya hal yang mempermudah namun melenakan.

Menurut opini saya, televisi dan gadget memiliki adiksi yang tinggi, dan secara tidak langsung mereka akan menghabiskan hari-harinya dengan hal tersebut. Tidak apa jika konten yang ditonton dan waktu untuk menonton dibatasi, namun saat ini rasanya sulit untuk menemukan tontonan yang memiliki manfaat saat ini. Kebanyakan meskipun tidak semuanya baik televisi maupun tontonan internet hanya menjual drama, gossip dan hal-hal negatif lainnya yang bertujuan untuk rating atau uang semata.

Selain itu informasi yang didapat melalui tontonan jauh lebih sedikit daripada melalui kegiatan seperti membaca koran ataupun buku. Dari segi hal waktu pun, membaca jauh lebih efektif daripada menghabiskan waktu berjam-jam di depan televisi atau menonton acara yang kurang bermanfaat di kanal Youtube. Selain itu gadget dan teknologi juga kadang membuat orang jadi acuh dan tidak peduli dengan lingkungan sekitar.

Komunitas Pecandu Buku

2WpfhhnR.jpg

Adalah Komunitas Pecandu Buku, sebuah komunitas yang lebih dari sekadar klub buku saja. Sebuah komunitas yang didirikan oleh musisi muda asal Bandung, Fiersa Besari. Adanya Pecandu Buku ini didasari karena kurangnya minat baca yang terjadi di masyarakat, khususnya para generasi muda. Pecandu Buku sendiri memiliki misi untuk membudayakan anak muda agar kembali gemar membaca. Dan berharap bahwa budaya membaca sebagai kebutuhan sehari-hari. Tak hanya sekadar membaca, anggota komunitas ini saling berbagi resensi dan judul bacaan yang telah mereka baca.

Awalnya komunitas ini hanya berupa grup virtual, hingga akhirnya kemudian dari grup virtual komunitas ini berevolusi menjadi komunitas yang bergerak nyata di dunia nyata. Saat ini untuk perpustakaan di dunia nyata, pecandu buku baru memilikinya di Bandung. Namun tidak menutup kemungkinan akan ada di kota lain. Sedangkan untuk mereka yang tidak berada di Bandung, tetap bisa bergabung dengan komunitas ini melalui grup virtual. Saya sendiri menikmati saat mengikuti akun instagram komunitas ini, setidaknya saya bisa memperkaya bahan bacaan saya.

Jong United

Jika dahulu pada tanggal 28 Oktober 1928 terjadi Sumpah Pemuda, Maka pada tanggal 28 Oktober 2016 akan ada  sebuah gerakan dengan nama Jong United. Bisa dibilang ini adalah Sumpah Pemuda reborn, jika dulu Sumpah Pemuda mengusung misi mempersatukan Indonesia yang terpecah belah berdasarkan suku dan daerah, melalui Jong United, kegiatan ini bermaksud membuat generasi muda bangsa ini menjadi lebih peka dan berkontribusi terhadap kemajuan bangsa. Karena kebanyakan dari generasi muda saat ini apatis terhadap bangsa ini. Kegiatan Jong United sendiri adalah sebuah rangkaian video pendek  yang dibuat dan diunggah ke kanal Youtube.

intro_slide_1.jpg
Jong United didukung oleh opini.id sebuah  website yang mempunyai misi untuk mendukung dan memfasilitasi berbagai opini yang ada untuk bangsa ini menjadi bangsa yang lebih baik lagi. Di opini.id kamu juga bisa menyampaikan opinimu dengan cara memberikan pertanyaan, memberian opini, mendukung suatu opini yang ada dan juga menyebarkan opini tersebut agar cakupan pembacanya lebih luas lagi.

Dengan adanya kegiatan dan komunitas seperti Pecandu Buku, Jong United dan website seperti opini.id, semestinya bangsa ini tidak akan kekurangan kontribusi dalam bentuk gagasan dan ide-ide untuk memajukan bangsa ini. Selain itu para generasi muda juga menemukan tempat mereka untuk menyalurkan pendapat mereka terkait hal-hal yang berguna untuk kemajuan bangsa ini.

Selamat Hari Sumpah Pemuda!

Salam

 

Save

Share this article!

Comments

  1. kayaknya fiersa bersari melekat banget ya, da? hahahahahhaa.

    duh bena salah fokus.

    sejauh ini bena lebih sering baca komik dan buku mata pelajaran. eh sama beberapa novel dan baca chatting. wahaaa

  2. Ciyee Uda yang suka banget sama Fiersa.

    Sekarang emang menyedihkan, sih. Bisa kita lihat, video-video gak jelas di Youtube banyak banget penontonnya. Eh, blog yang tulisannya bagus, trafiknya malah sedikit. Menembus angka 500 aja itu rada susah. 🙁

Speak Your Mind

*

%d bloggers like this: